Refleksi kedua.

Hello

Setelah berbincang dengan diri saya sendiri didalam kamar sendirian

gue menemukan alasan, jawaban, konklusi tentang dunia percintaan gue

Pertama,

dinding yang gue bangun, defense mechanism yang gue buat itu bukan karena orang lain
it's all starts from myself.

Gue yang bangun dinding itu sendiri, bukan karena Kevin, bukan karena Daud, atau Uya

melainkan gue sendiri

that's why yang gue butuhkan bukan orang yang berusaha memanjat dinding atau menghancurkan dinding yang gue bangun tersebut

yang harus menghancurkan dinding tersebut adalah gue sendiri.

Semua dimulai dari gue nya sendiri, gue mau berusaha untuk menghancurkan itu apa tidak

Gue siap apa tidak?

Mau nunggu orang untuk menghancurkan dinding tersebut akan sulit .

Kedua,

Gue nonton tentang baca-baca tarot gitu di Youtube, and she said you need to move on

terus gue mikir kan "perasaan gue udah move on deh, gue ga galau-in siapa2. ya ada orang cuma bukan yang galau bgt mampus gt."

tapi terus gue fikir lagi, mungkin gue emang belom move on kali ya

yang belum gue siap lepaskan selama ini bukan "Orang" melainkan "Momen" nya

Gue masih membandingkan tiap cowo yang dekat gue dengan Uya

Ke Uya gue udah totally completly move on tapi kayak lebih masa-masa gue pacaran atau pdkt sama Uya

Gue masih belom beranjak dari situ.

Gue masih mengharapkan kisah cinta gue berulang seperti itu lagi karena di masa-masa itu memang masa gue paling bahagia selama berhubungan.

I need to move on from those moments.

Gue gabisa expect hubungan gue bakal seperti itu lagi dikedepannya

Tiap orang berbeda, tiap hubungan berbeda, gabisa lo samain tes

Ayooooooook semangat, agustus bulan yang baru untuk segala sesuatunya.

amin!

Komentar