Open up

Hello

saw this on twitter "if i've learnt anything from life, it's that, denying feelings brings more harm than peace"

terus gue yang kayak... "damn yesssssssssssssssssssssssssssss."

gue termasuk orang yang sering banget mengdenial apa yang gue rasakan

"gak ah gue ga sedih kok, gue fine2 aja"

"gak ah, gue biasa aja kok sama dia gabaper"

"gak ah gue gapeduli dia gabalas chat gue"

kata kata itu gue ucapkan ke diri gue sendiri bukan orang lain

itu yang gue ucapkan didalam hati gue

tapi deep down I know that aint true

dan memang justru berdampak buruk..

membawa ketenangan? hell no

ketenangan sementara kayak 5-10 menit ok

tapi sisanya gak

lo tetep kesel kalo dia gabales chat lo, lo tetep sedih dan down kalo lagi ngerasa capek, lo tetep baper sama cowo itu walaupun lo bilang engga mau baper dia

gue belum terbiasa untuk open my feelings ke orang lain

yaelah, gausah orang lain. ke diri sendiri pun gue belum bisa.

Gue belum bisa jujur ke diri gue sendiri

karena gue fikir "gue open feelings gue ke orang lain dan diri sendiri itu adalah sebuah kelemahan. i feel vulnerable and i dont liket it."

karena kita takut "Rejection"

Ditolak
Dicuekin
Dighosting

thats why gue sering cabut sebelum mereka duluan yang cabut

"leave before you get left" my motto hahaha

gabaik sih sebenernya karna siapa tau gue membuang kesempatan yang bagus kalo aja gue mau bersabar dikit

sakit sih.. capek juga soalnya.

Makanya gue menutup diri, even to myself

because every time i open up to someone else, i got nothing but regret

open up its good but not too much. lo harus kontrol itu, lo harus punya kendali dalam diri lo untuk mengatur apa yang lo rasakan dan lo lakukan.

hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh udah ah. yang kayak gini gini nih bikin capek hidup karna banyak mikir wkwk.

bye

Komentar