Sebuah refleksi di minggu siang

Jadi tadi gue interview untuk teserak. Itu semacam community gitu

Dan ada satu orang sebelum gue dan setelah gue, dibanding mereka berdua gue sangat sadar


"i dont have anything to offer"

Skills  di CV gue hanya sebatas formalitas. Time management, work under pressure blabla
yall know that is bullshit right?

Cukup malu sih gue, kayak gue hanya menghabiskan waktu itu orang aja dan menyia-nyiakan spot gue yang sebenernya orang lain yang lebih credible berhak dapat kesempatan gue itu.

Sebenernya sama aja ini kayak gue ketemu orang baru dari tinder, ketemuan, ngobrol

Gue selalu bingung kalo ditanya, "hobi lo apa?" "mimpi lo apa?" "ceritain tentang diri lo dong"

Honestly I dont really know about myself.

Bener bener masih dalam tahap pencarian jati diri. Gue itu siapa, mau apa, apa yang gue suka dan inginkan, dll.

Dan gue tau bagi sebagian orang mungkin itu sangat minus, kayak gue cewe yang gapunya tujuan dan motivasi hahahhaa tapi ada juga orang lain yang menganggap itu wajar dan tau ini masih proses.

Tapi dari interview tadi walaupun gue tau gue kemungkinan besar ga ketrima, yaaa sebagai pengalaman aja sih dan buat bahan pelajaran gue. Gak menyesal sih gue.

Gue pun bilang ke orang yang interview gue tadi, "gue tau sih gue ga ada sesuatu yang bisa gue offer, tapi ya apa salahnya mencoba? why not gituloh" wk wk.

Oh ya honesly I really hate myself kalo gue lagi kebingungan dan awkward gitu. Gue tuh orang nya gampang banget grogi. Gampang banget nervous. Dan itu keliatan di muka gue dan gerak gerik badan gue. Malu sendiri kalo lagi kayak gitu.

Buat menghibur diri, this is to myself

"Tessa its okay to walk at your own pace, lo akan tumbuh dengan sendirinya asal lo mau ambil banyak kesempatan. Gak semua orang jalan nya sama kayak lo. Mungkin memang pace lo lebih lambat dari kebanyakan orang. But please never ever give up. Lo harus yakin good things are coming. Jangan pesimis. Selalu yakin sama diri lo. Gue tau lo sebenernya banyak potensi didalam diri lo, pelan pelan aja untuk menggali potensi tersebut. I believe in you."

Komentar