i just hate my life sometimes
i should be grateful but you know.. you feel what you feel
Sebenernya banyak masalah yang terjadi di sekitar gue, but I tend to not think about it.
Gue tipe yang apabila ada sesuatu masalah, misal tentang masalah kuliah gue ini, gue mencoba untuk gak mikirin, bodoamat, malah nonton film tapi sebenernya karena kayak otak gue nge-block buat mikirin, setiap gue mikirin perasaan gue pasti langsung gaenak, gue otomatis kayak langsung mikir "ah yaudahlah tar aja mikirin nya"
tapi disaat dimana kondisi sekitar gue 'memaksa' gue untuk memikirkan hal tersebut, gue langsung break down.
karena gue tahan-tahan, gue coba nge block semua pikiran2 yang mengganggu gue dan boom....! langsung break down, mudah marah, nangis, dll.
Gue benci akan seperti itu tapi gue juga seneng karena daily life gue kebantu dengan gue gak mikirin hal-hal kayak gitu.
Kebiasaan gue kayak gini mungkin dimulai dimana pas gue lagi melupakan Daud.
Karena gue gasuka diri gue mengalami rasa sedih, perasaan gaenak, gelisah, semacam itu kayak udah fed up banget. like "ok stop enough. i dont want to feel like this anymore everyday. lets not think about it."
Gatau sih ya, ini gue yang berlebihan apa gimana, tapi karena kasus Daud&Kevin dan masalah tentang anak2 ciputat itu, dimana secara mentally gue sangat tersakiti dan terasa impact banget ke diri gue. gue sangat merasakan adanya perubahan dengan diri gue dalam mengatasi masalah.
Mungkin juga karena gue suka Kpop dan semacamnya. Gue ada sesuatu hal yang bisa bikin gue distracted dan gak mikirin masalah2 itu di daily life gue. Sama aja kayak ada orang yang distract diri mereka dengan kerja atau nyibukin diri mereka.
Gue menemukan suatu hal yang bisa bikin pikiran gue ke distract dari masalah-masalah yang gue hadapin, seakan gue lari dari masalah itu juga. Kayak gue gamau selesaiin masalah nya, jadi walaupun gue nge-distract diri gue segimanapun, ganjelan masalah itu masih ada dipikiran gue.
Jadi disaat gue tiba-tiba teringat dan otak gue kayak suddenly ngingetin gue sama masalah-masalah itu, gue langsung break down. Walaupun kasus lama, tapi hati gue masih sakit. Gak bener-bener gue hapus dengan bersih, gue cuma menghindar dari rasa sakit nya itu.
Ya begitulah. idk what i'm talking about.
Just. i hate my life sometimes
i should be grateful but you know.. you feel what you feel
Sebenernya banyak masalah yang terjadi di sekitar gue, but I tend to not think about it.
Gue tipe yang apabila ada sesuatu masalah, misal tentang masalah kuliah gue ini, gue mencoba untuk gak mikirin, bodoamat, malah nonton film tapi sebenernya karena kayak otak gue nge-block buat mikirin, setiap gue mikirin perasaan gue pasti langsung gaenak, gue otomatis kayak langsung mikir "ah yaudahlah tar aja mikirin nya"
tapi disaat dimana kondisi sekitar gue 'memaksa' gue untuk memikirkan hal tersebut, gue langsung break down.
karena gue tahan-tahan, gue coba nge block semua pikiran2 yang mengganggu gue dan boom....! langsung break down, mudah marah, nangis, dll.
Gue benci akan seperti itu tapi gue juga seneng karena daily life gue kebantu dengan gue gak mikirin hal-hal kayak gitu.
Kebiasaan gue kayak gini mungkin dimulai dimana pas gue lagi melupakan Daud.
Karena gue gasuka diri gue mengalami rasa sedih, perasaan gaenak, gelisah, semacam itu kayak udah fed up banget. like "ok stop enough. i dont want to feel like this anymore everyday. lets not think about it."
Gatau sih ya, ini gue yang berlebihan apa gimana, tapi karena kasus Daud&Kevin dan masalah tentang anak2 ciputat itu, dimana secara mentally gue sangat tersakiti dan terasa impact banget ke diri gue. gue sangat merasakan adanya perubahan dengan diri gue dalam mengatasi masalah.
Mungkin juga karena gue suka Kpop dan semacamnya. Gue ada sesuatu hal yang bisa bikin gue distracted dan gak mikirin masalah2 itu di daily life gue. Sama aja kayak ada orang yang distract diri mereka dengan kerja atau nyibukin diri mereka.
Gue menemukan suatu hal yang bisa bikin pikiran gue ke distract dari masalah-masalah yang gue hadapin, seakan gue lari dari masalah itu juga. Kayak gue gamau selesaiin masalah nya, jadi walaupun gue nge-distract diri gue segimanapun, ganjelan masalah itu masih ada dipikiran gue.
Jadi disaat gue tiba-tiba teringat dan otak gue kayak suddenly ngingetin gue sama masalah-masalah itu, gue langsung break down. Walaupun kasus lama, tapi hati gue masih sakit. Gak bener-bener gue hapus dengan bersih, gue cuma menghindar dari rasa sakit nya itu.
Ya begitulah. idk what i'm talking about.
Just. i hate my life sometimes
Komentar
Posting Komentar