Mau bagaimana pun masa lalu pasti selalu berdampak dengan masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Sebenarnya, gue tau gue udah mulai ada rasa sama dia. Setelah sekian lama gue udah gak suka sama cowo. Setelah beberapa cowo yang ngajak gue kenalan,chat dll yang gue gak respon.
Baru kali ini lagi, gue mencoba untuk merespon dan sadar gue mulai mau buka diri gue buat suka sama orang lain lagi.
Tapi justru karena gue tau gue mulai membuka hati gue buat suka sama orang lain lagi, rasa takut ini tuh lebih besar. Takut yang lalu menjadi terulang lagi. Gue gak suka akan kenyataan gue mulai suka orang lain lagi, ini bikin gue gak tenang.
Di post-an sebelumnya, gue menulis bahwa gue harus pinter cari cowo yang worth it buat waktu gue, buat tangisan yang gue keluarin, buat effort gue ke cowo itu. Tapi ternyata gak semudah itu mengacuhkan perasaan. Gue berpikir saat itu, kalaupun nanti gue suka sama seseorang tapi lo mikir kayanya dia ga kurang dipercaya jangan langsung ambil keputusan lo baper sama orang itu gue harus nahan dan lupain. Tapi susah juga mengacuhkan perasaan.
I don't know what should I feel. Haruskah gue berani ambil langkah atau diam dan lupain.
Saya capek sakit hati. Gak mau tolol lagi kayak pas sama D. Udah cukup sakitnya.
Tuhan, jangan biarkan aku jatuh kepada seseorang yang tidak mau menangkapnya. .
Sebenarnya, gue tau gue udah mulai ada rasa sama dia. Setelah sekian lama gue udah gak suka sama cowo. Setelah beberapa cowo yang ngajak gue kenalan,chat dll yang gue gak respon.
Baru kali ini lagi, gue mencoba untuk merespon dan sadar gue mulai mau buka diri gue buat suka sama orang lain lagi.
Tapi justru karena gue tau gue mulai membuka hati gue buat suka sama orang lain lagi, rasa takut ini tuh lebih besar. Takut yang lalu menjadi terulang lagi. Gue gak suka akan kenyataan gue mulai suka orang lain lagi, ini bikin gue gak tenang.
Di post-an sebelumnya, gue menulis bahwa gue harus pinter cari cowo yang worth it buat waktu gue, buat tangisan yang gue keluarin, buat effort gue ke cowo itu. Tapi ternyata gak semudah itu mengacuhkan perasaan. Gue berpikir saat itu, kalaupun nanti gue suka sama seseorang tapi lo mikir kayanya dia ga kurang dipercaya jangan langsung ambil keputusan lo baper sama orang itu gue harus nahan dan lupain. Tapi susah juga mengacuhkan perasaan.
I don't know what should I feel. Haruskah gue berani ambil langkah atau diam dan lupain.
Saya capek sakit hati. Gak mau tolol lagi kayak pas sama D. Udah cukup sakitnya.
Tuhan, jangan biarkan aku jatuh kepada seseorang yang tidak mau menangkapnya. .
Komentar
Posting Komentar